Dapur Mungil

where everything started from my little kitchen

Perjalanan ke Timur Indonesia

Tinggalkan komentar

Hari itu tanggal 10/02/2017  adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki ke Indonesia bagian timur. Tepatnya di Sulawesi Selatan. Kampungnya nenekku yang belum pernah aku datangi hingga setuir ini…

Pergi bersama rombongan teman-teman tercintah yang hampir semuanya tahan banting walau di kondisi ga enak sekalipun. Intinya kita tetap happy, menikmati semua perjalanan dari pergi hingga pulang… (pp = pulang pergi atau pergi pulang? hayooo…)

Berangkat malam sebelumnya, sampai di bandara hasanuddin maros jam 2 pagi. Yess, begadang. Kita di drop di asrama haji. Paginya lanjut perjalanan kunjungan, keliling kota makassar, mampir ke pantai losari di siang bolong,  Ke Museum Benteng Rotterdam, berburu kuliner es pisang ijo, makan coto terus beli oleh-oleh. (huhu… baru dateng langsung beli oleh2… ngikut aja, lahh…).

Tapi perlu tahu juga, nih. Di sini oleh-olehnya banyak macamnya. Terutama buat penikmat kopi sepertiku, itu dulu yang diambil. Di sini ada kopi Toraja, kopi Enrekang, kopi Bantaeng ada juga kopi Manipi. Jenisnya bisa dipilih lagi. Mau yang Arabica, Robusta atau mix keduanya. Duhh, benar-benar banyak ya pilihannya. Setelah itu ada sirup markisa dengan berbagai merk. Ternyata bukan hanya di Medan lho yang ada oleh-oleh sirup markisanya. Di sini juga ada. Katanya sirup ini sudah ada dari zaman Belanda. Oleh-oleh yang lain ada kacang disco, kacang sembunyi, bannang-bannang dan macam-macam kuliner lainnya yang asing bagiku. Yang aku tau tapi ga bisa dibawa lama tentunya ya.. otak-otak tenggiri, hehe…

Selain kuliner banyak pula kerajinan tangan khas Sulawesi Selatan, seperti kain sutra Sengkang, handicraft Toraja, dan minyak tawon. Mungkin sepertinya masih banyak yang lainnya tapi aku ga tahu.

pantai losari

es pisang ijo

coto makassar

narsis

benteng rotterdam

Perjalanan dilanjutkan menuju wisata rammang-rammang. Ini tempat wisata yang keren banget di Maros. Di sana kita bisa menikmati pesona pegunungan karst yang begitu luas. Untuk menuju lokasi wisata, kita naik perahu. Sepanjang perjalanan kita sudah bisa menyaksikan pemandangan pegunungan. Namun sayang, karena sudah hampir gelap kita terpaksa balik lagi. Belum rezeki, rombongan kita kesorean. Harusnya kita berangkat lebih awal agar bisa menikmati semuanya secara keseluruhan. Namun kita menikmati fenomena alam lain yang ga kalah kerennya. Kita melihat ribuan kelelawar terbang keluar dari sarangnya.. ga tau mau ke mana. Terbang serombongan dan ga putus-putusnya. Memang sudah waktunya mereka keluar dan waktunya manusia untuk istirahat, tidur…   Subhanallah

 

 

 

wisata rammang-rammang

rombongan kelelawar

Namun rombongan kita beda lagi… perjalanan masih berlanjut. Setelah istirahat sholat dan makan kita bergerak menuju Toraja.  Jarak tempuh kurang lebih 235 Km, 4-5 jam perjalanan. Kita bobo di bis. Jam 3 malam kita mampir di Enrekang, istirahat sebentar kemudian subuhnya kita sampai di hotel.

Setelah sarapan, rombongan melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi tempat wisata di Toraja seperti ke Kete kesu, makam goa Londa, dan Lemo. Terakhir mampir ke tempat kerajinan tenun Toraja.

Kete Kesu

rehat dulu

makam goa Londa

Lemo

Demikianlah perjalanan seharian di Toraja. Esok harinya, rombongan kembali menuju  makassar untuk selanjutnya menuju bandara. Kita pulang hari ini. Di perjalanan, kita mampir dulu di jembatan perbatasan Toraja sambil menunggu bis rombongan lain. Mampir juga ke Enrekang menikmati pemandangan bukit nona, makan siang di pinggir pantai Barru dan langsung ke Bandara internasional Hasanuddin untuk kembali ke Jakarta. Sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan yang sangat indah. Menurutku itu seperti gambar-gambarku waktu masih kecil dulu. Mungkin hampir semua anak kecil gambarnya seperti itu, hehe… Ada gunung, ada tanaman padi, pohon-pohon, pantai, dan ada laut yang menyatu dalam satu gambar. Tapi ini real, yaa…  Yang lain silakan boboci di bis. Tapi aku enggak yaa… sayang rasanya melewati keindahan alam yang diciptakan Allah di depan mata. MasyaAllah..

Sayangnya lagi… aku ga dapet fotonya karena di dalam bis yang sedang melaju kencang. Harusnya berhenti dulu kali ya. Di spot yang pas, terus cekrek2, deh.. hihi..

rombongan rusuh

 

narsis di jembatan

Bersama bapak pemandu

keisengan di bukit nona, enrekang

 

Demikianlah cerita perjalanan rombongan kami. Aku ga sempat mampir ke Sopeng, kampung nenekku. Kata bapak pemandunya beda arah. Yah sudahlah… mudah-mudahan kalau masih ada umur bisa main-main lagi ke sini bersama keluarga. Aamiin.

Penulis: dapur mungil

*Mom of 2 ; *Suka koleksi resep masakan dan kue ; *Trial n Error ; *Bukan siapa2 ;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s